Friday, February 10, 2012

Karbohidrat Bikin Ngantuk, Protein Bikin Melek

Sering ngantuk di kelas waktu guru/dosen mengajar? Mungkin sebagian dari kalian menjawab iya (terutama mahasiswa jurusan farmasi seperti saya, hehe). Mengantuk menjadi kebiasaan yang wajar/rutinitas sebagian mahasiswa, apalagi ketika ada mata kuliah yang lebih dari 2 sks. Ditambah lagi pengaruh AC, dosen yang monoton ngajarnya, nahan rasa lapar karena belum sarapan bagi yang ngekos biasanya, atau lagi galau mungkin, hehe. Tulisan saya kali ini akan menjelaskan salah satu penyebab rasa ngantuk dari pola makan saat sarapan. 

Bagi yang terbiasa sarapan dengan nasi, ini bisa jadi penyebabnya. Karbohidrat yang dikandung nasi bisa meningkatkan energi, tapi bisa menurunkannya dengan cepat yang mengakibatkan tubuh lemas dan sering menguap. Lalu, apa yang seharusnya kita makan waktu sarapan agar efek ngantuk ini hilang? Jawabannya adalah protein! Kenapa protein? karena protein dapat merangsang sel-sel otak tertentu yang bisa membuat orang terjaga. Protein juga merangsang sel-sel otak tertentu untuk dapat membakar kalori, sehingga dapat menjaga seseorang tetap langsing (bagus nih buat cewek). 

Sel orexin di otak mengirim sinyal listrik yang merangsang tubuh agar tetap terjaga dan memerintahkan tubuh untuk menggunakan energi dan membakar kalori. Gampangannya sel orexin ini baterainya tubuh biar nggak ngantuk. Sel orexin di hipotalamus otak mengeluarkan stimulan yang disebut orexin atau hypocretin. Stimulan tersebut akan mengatur keseimbangan energi dan menjaga seseorang tetap terjaga. Kehilangan sel unik tersebut dapat menyebabkan narkolepsi (penyakit gampang tertidur) dan peningkatan berat badan. 

Narkolepsi merupakan gangguan tidur kronis yang ditandai dengan rasa kantuk luar biasa di siang hari dan serangan tidur tiba-tiba. Orang dengan narkolepsi sering menemukan kesulitan untuk tetap terjaga dalam jangka waktu yang lama. 

Glukosa memblokir aktivitas sel-sel orexin. Hal tersebut menunjukkan bahwa glukosa merupakan penyebab kantuk setelah makan. Asam amino akan dicegah oleh glukosa dengan menghalangi aktivitas sel orexin. Jadi jelas, orang tampak lebih terjaga setelah makan tinggi protein daripada setelah makan tinggi karbohidrat. Meskipun dua makanan mungkin berisi jumlah kalori yang sama, namun dengan menambah sedikit protein akan memerintahkan tubuh untuk membakar kalori lebih banyak dari yang dikonsumsi. 

Jadi kesimpulannya, perbanyak konsumsi makanan berprotein seperti daging, telur, susu, dan lain-lain sewaktu sarapan. Porsi nasinya jangan banyak-banyak, secentong cukuplah ya... hehe. Demikian tips dari saya, semoga bermanfaat ^_^

11 comments:

  1. nice info, bro!
    kayaknya aku harus ngurangi nasi iki lek sarapan.
    ben gak ngantukan lek nyetir.
    fufufufufu.

    ReplyDelete
  2. perut kosong lebih baik untuk berkonsentrasi.

    ReplyDelete
  3. panjang bener..
    ijin nyimak dulu gan..

    ReplyDelete
  4. maklum,lama gak ngeblog,heueheu

    ReplyDelete
  5. bisa aja ne si masnya .. memang bener-bener bagus artikel2nya :)

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Agen bola, bandar bola online aman terbaik dan terpercaya indonesia tidak lupa kami juga memberikan Prediksi Skor Bola yang akan kami update setiap harinya.

    dapatkan Bonus Cashback dan Bonus Rollingan setiap minggunya.

    ReplyDelete
  8. Agen bola, bandar bola online aman terbaik dan terpercaya indonesia tidak lupa kami juga memberikan Prediksi Skor Bola, Jadwal Bola lengkap yang akan kami update setiap harinya.

    dapatkan juga Bonus-bonus menarik setiap minggunya di antaranya adalah Cashback dan Bonus Rollingan setiap minggunya.

    ReplyDelete